Beranda > Artikel > Munajat wal Muhasabah

Munajat wal Muhasabah

Oleh: Makhi Ulil Kirom

Kehidupan tak selalu seperti yang kita inginkan. Kehidupan memang tak bisa selalu seperti yang kita inginkan. Karena diatas kita, ada Dzat yang lebih berkuasa dan lebih memiliki daya untuk mengatur dan menentukan semua.

Allah subhanahu wa ta’ala.

Memang rasanya tak adil bagi kita. Tapi kita harus tau tugas dan posisi kita. Manusia, untuk beribadah.

Kewajiban kita adalah berusaha, berikhtiar. Sesuai kekuatan dan kemampuan kita. Setelah itu semua, kita juga wajib untuk pasrah dan tawakkal atas usaha kita. Bukan pasrah tanpa berusaha, tapi pasrah atas segala usaha.

Di sinilah sebenarnya ujuan kita. Ujian dari kesabaran kita. Kesabaran kita atas segala ketentuan yang nantinya akan diberikan oleh Allah swt. Ketentuan yang terkadang sesuai dengan keinginan dan harapan kita, dan ketentuan yang terkadang sama sekali bertolak belakang dengan segala angan yang telah kita rencanakan. Tapi, apapun ketentuan itu, Allah maha tahu dan faham apa yang sesuai dengan hambanya. 

Allah tidak buta, Allah tidak tuli. Dan kita harus selalu ingat, kita hanyalah seorang manusia, seorang hamba, kita berusaha dan berdo’a kepada Allah, bukan mendikte-Nya.

يعلم ما تسرون وما تعلنون

“Allah maha mengetahui apa yang kau sembunyikan terlebih yang kau perlihatkan”. 

Dengan demikian, sebesar apapun usaha dan pengorbanan kita atas keingingan, harus senantiasa diiringi dengan doa, berharap kelak yang menjadi pilihan dan ketentuan Allah swt akan benar-benar memberikan manfaat dan maslahat bagi kita, orang di sekeliling kita, dan setiap makhluk yang diciptakan oleh Allah di muka bumi ini. 

Dan perlu untuk selalu kita ingat dan tanamkan pada hati juga pikiran kita, bahwa ketika Allah telah menentukan pilihan bagi kita, dan itu tidak sesuai dengan harapan kita, maka yang seharusnya kita lakukan adalah ber-muhasabah, menimbang dan mengoreksi diri kita, apakah memang pantas keinginan itu terlontar dari mulut kita? sehingga Allah memberikan yang lain. 

Jika kita memiliki rasa sadar diri yang tinggi, maka itu semua tidak akan menjadi permasalahan yang berarti. Karena, apapun pilihan Allah swt, itulah yang terbaik bagi kita. 

Dan setelah itu, kita ber-munajat kepada-Nya, memohon, agar semua benar-benar menjadi yang terbaik dan bermanfaat. Amin. 

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: