TAUKID (التوكيد)

TAUKID (التوكيد)

Oleh: Makhi Ulil Kirom

Taukid secara bahasa berarti menguatkan. Dan menurut pengertian istilah adalah tabi’ yang disebutkan di dalam kalimat untuk menguatkan atau menghilangkan keragu-raguan dari si pendengar.

Taukid terbagi menjadi dua, yaitu taukid ma’nawiy dan taukid lafdziy. Pertama, taukid ma’nawiy adalah pen-taukid-an kalimat dengan kalimat lain yang se-makna dengan muakkad, adapun kalimat-kalimat itu adalah sebagai berikut:

  1. نفس, contoh شاهد محمد التلفاز نفسه
  2. كل, contoh دخل التلاميذ كلهم الفصل
  3. عين, contoh جاء عمر عينه
  4. أجمع, contoh غزى الجيش أجمع

Kedua, taukid lafdziy adalah pen-taukid-an kalimat dengan mengulang kalimat itu sendiri. Seperti contoh نصر زيد زيد أخاه، إن محمدا إن محمدا جاء من جاكرتا.

Dari dua klasifikasi ini, mungkin yang seringkali menjadi pertanyaan adalah bagaimana rasionalisasi dari perbedaan taukid ma’nawiy dan taukid lafdziy? Karena jika dilihat dari sisi penggunaan kalimat, keduanya sama sama men-taukid-kan muakad dengan menggunakan lafadz, yang berarti keduanya merupakan taukid lafdziy.

Sekilas memang demikian, akan tetapi yang membedakan antara ma’nawiy dan lafdziy adalah cara pen-taukid-annya.

Taukid ma’nawiy memang men-taukid-kan muakkad dengan menggunakan lafadz lain, tetapi bukan lafadz yang sama dengan muakkad, yakni lafadz yang secara ma’nawiyah memiliki nilai atau maksud yang sama dengan muakkad. Contoh شاهد محمد التلفاز نفسه, yang jika diatrikan dalam bahasa Indonesia adalah Muhammad sedang menonton televisi sendirian. Kesesuaiannya adalah kalimat Muhammad mufrod mudzakkar dan taukidnya ‘sendiri’ juga mufrod mudzakkar, secara maknawi kedua kalimat ini memiliki arti ‘satu orang’.

Sedangkan taukid lafdzi, dari segi istilah yang digunakan sudah dapat dipahami bahwa pen-taukid-an dengan menggunakan lafadz, akan tetapi tidak seperti lafadz yang digunakan oleh taukid ma’nawiy. Yang dimaksud lafdziy pada bahasan ini adalah pen-taukid-an dengan pengulangan lafadz yang sama dengan muakkad. Contoh جاء زيد زيد, yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah Zaid Zaid telah datang. Menguatkan muakkad dengan menggunakan kalimat yang sama. Contoh lain, ketika ada sebuah pertanyaan, “هل أنت جوعان؟” نعم نعم, pengulangan jawaban yang demikian ini yang termasuk taukid lafdziy.

Demikian, semoga bermanfaat. Wallaahu a’lamu bi ash-showaab.

Daftar Bacaan

شرح ألفية ابن مالك، في علم النحو والصرف

حاشية الصبان على شرح الأشموني

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: