Beranda > Artikel > Hargailah Waktumu = Engkau Menghargai Hidupmu

Hargailah Waktumu = Engkau Menghargai Hidupmu

Hargailah Waktumu = Engkau Menghargai Hidupmu

by. Makhi

Adal satu hal yang telah menjadi kebiasaan kebanyakan orang di lingkungan sekitar kita, atau bahkan kita sendiri, yang kebiasaan itu kian lama kian menjadi budaya, dan tak jarang yang menganggapnya suatu hal yang biasa, TERLAMBAT, TELAT, TIDAK TEPAT WAKTU.

Beberapa istilah namun memliki implikasi yang sama, tidak menghargai waktu.

Sulit memang untuk merubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan, terlebih itu adalah bukan hanya kebiasaan satu orang, tetapi kelompok yang besar. Karena bagaimanapun, jika ditelisik lebih  dalam, kebiasaan terlambat, telat dan tidak tepat waktu itu merupakan “mind set”, yang tak seorangpun dapat merubahnya atau menguranginya kecuali orang yang ‘menderita’ sifat tersebut.

Nah, sekarang kita perlu mengca kepada diri kita masing-masing, apakah kita termasuk orang yang demikian? atau kita adalah orang yang sangat menghargai waktu?. Jika kita adalah termasuk kelompok yang negative tersebut, maka sesegera mungkin kita merubah mind set kita yang sebelumnya selalu menganggap remeh hal-hal yang demikian, sehingga kita bias mulai menghargai waktu, memulai dengan hal yang kecil, dan memulainya dari diri sendiri.

Banyak hal yang dijadikan alasan setiap orang ketika dia terlambat, telat atau tidak tepat waktu, mulai dari macet, di rumah banyak kerjaan, dll. Dan itu sama sekali bukan alasan yang tepat.

Jika yang dijadikan alasan adalah macet, seumpama dia berangkat dari rumah jam 06.30 dan sampai di kantor jam 07.05 atau lebih, yang seharusnya jam 07.00 dia sudah ada di kantor, maka dia hanya perlu berangkat lebih awal, sehingga dia sampai di kantor juga lebih awal, urusan selesai.

Dan jika yang dijadikan alasan adalah di rumah banyak yang harus dikerjakan, seumpama dia bangun jam 04.30 pagi kemudian dia mulai mengerjakan pekerjaan rumah, dia hanya perlu bangun lebih awal, sehingga semua menpapatkan apa yang seharusnya ia daptkan, ketepatan waktu.

Yang lebih menggelikan lagi adalah ketika ada orang yang berkata: “itu kan hal sepele, kenapa harus diperdebatkan?”, oke itu hal sepele, kenapa tidak sesegera mungkin dirubah agar tidak merugikan diri kita sendiri dan orang lain.

Namun dengan segala uraian diatas, semua kebiasaan terlambat, telat dan tidak tepat waktu dikembalikan lagi kepada mind set, yang jika itu tidak dirubah, meskipun kita berusaha melakukan segala sesuatu lebih awal atau dengan cara apapun, semua tidak akan pernah berubah. Karena segala perbuatan, sikap dan sifat manusia semuanya bermuara pada hati dan pikiran, jika hati dan pikiran manusia sudah tertata pada ‘track’ yang benar dan sesuai, maka segala yang dihasilkan mulai dari perbuatan, sikap dan sifatnya pun akan baik dan sesuai.

Sebuah pepatah arab mengatakan tentang pentingnya menghargai waktu:

الوقت كالسيف، إذا لم تَقطع تُقطع

‘waktu itu bagaikan pedang, jika tidak engkau gunakan untuk memotong, maka dirimulah yang akan terpotong”.

Wa billahi at-taufiiq

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: