Beranda > Artikel > Tak Ada Kata Yang Seluas Makna

Tak Ada Kata Yang Seluas Makna

Tak Ada Kata Yang Seluas Makna

by. makhi

Semua orang mengakui bahwa kata-kata memiliki pengaruh dan kekuatan yang sangat besar, tinggal melihat dari siapa kata itu terucap.

Sebagai contoh, ketika Nabi dan para sahabat akan maju berperang Beliau terlebih dahulu berkhutbah untuk memberikan semangat kepada para sahabat. Dengan kata-kata itu para sahabat berani maju dan mati di medan peperangan, maju dengan ikhlas.

Contoh lain, pidato Bung Karno ketika gencar-gencarnya melawan Malaysia pada tahun 1963 beliau berucap:
Ini dadaku, mana dadamu?
Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi
Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi
Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
Kita hadapi dengan konfrontasi politik
Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
Kita hadapi dengan konfrontasi militer

Meskipun itu hanyalah kata-kata, tapi dapat menggugah rasa nasionalisme seluruh bangsa Indonesia pada saat itu.

Namun, sekuat apapun kata-kata, tak ada satupun yang bias menandingi keluasan makna dibalik kata. Karena itu seringkali kita terjebak dalam rangkaian kata, yang tak jarang membuat diri kita bingung sendiri, atau bahkan tidak dapat memahami apa yang kita katakana atau menangkap apa yang dikatakan oleh orang lain.

Hal ini tak lepas dari kekuatan imajinasi yang dimiliki oleh makna. Beberapa teori tentang bahasa dan sastra memang mengatakan bahwa salah satu dari unsur bahasa adalah kata itu sendiri, sedangkan dalam ilmu sastra dikatakan bahwa setiap kata yang terucap atau tertulis memiliki lingkup imajinasi yang tak terbatas. Karena makna dibalik kata dipengaruhi oleh interpretasi yang dimiliki oleh writer atau reader.

Dari statemen ini menggambarkan sebuah pengakuan bahwa kata-kata tidak akan memiliki arti jika tidak disertai pengembangan pemahaman imajinasi oleh pengguna kata. Dan secara tidak langsung menjelaskan bahwa sebaik apapun, seindah apapun, dan sekuat apapun kata-kata, itu semua tidak akan menandingi keluasan yang dimiliki oleh makna.

Contoh lain, pada sebuah tikungan terdaopat kata ‘DEAD END’, kata yang sangat simple dan singkat, tapi makna yang ditimbulkannya sangat besar dan luas, bahkan setiap orang dapat mengartikannya dari sudut pandang masing-masing.

Dengan demikian, untuk memunculkan makna yang baik serta dapat tersampaikan kepada pengguna kata sesuai dengan yang diharapkan oleh ‘mukallim’, maka pilih dan pilahlah kata-kata dengan baik. Karena setiap kata memiliki makna yang berbeda-beda, tergantung interpretasi dan sudut pandang yang digunakan oleh pengguna kata.

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: